Senin, 11 November 2019

Sukses Terbesar Bagiku "Pahlawan Pertamina"



Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, sukses itu berarti berhasil. Ya berhasil dalam hal apapun, Entah dalam hal pendidikan, pekerjaan yang mapan, gaji yang tinggi dan tidak menutup kemungkinan sukses dalam hal asmara.

Sukses saat aku masih di sekolah dasar adalah ketika aku bisa berhitung pembagian. Memang kedengarannya aneh tapi namanya sukses seseorang kan berbeda-beda. Selain itu saat duduk di bangku sekolah dasar aku juga bisa mendapatkan rangking 1 dalam kelas dan itu bertahan hingga aku lulus dari kelas 6. Ya, menurutku itu bagus sekali bukan.

Tetapi, berbeda saat aku duduk di bangku SMP. Diawal saat masuk sampai kelas 2 SMP aku masih mendapat rangking 1 tapi untuk semester 1 aku harus puas dengan rangking ke-2 dan yang mengalahkanku adalah seorang wanita. Tetapi aku tak mau kalah hingga aku mendapatkan rangking 1 lagi di semester kedua bahkan siswa dengan nilai tertinggi di kelas 2 SMP. Dan hal itu tetap berlanjut sampai aku lulus kelas 3 SMP.

Ketika aku duduk di bangku SMA, aku mendapatkan predikat siswa terbaik yang memang aku impikan sejak aku sekolah dasar karena kakakku lah yang membuat aku menjadi terpacu untuk belajar dan menjadi siswa terbaik karena dulunya dia adalah siswa terbaik saat masih SMA.
Selepasnya dari bangku SMA, aku sempat berkuliah sekitar sebulan, dan memang karena biaya sehingga aku lebih memilih untuk berhenti kuliah dan melanjutkan untuk bekerja.

Kemudian, setelah aku berhenti kuliah aku meneruskan untuk ikut seleksi masuk menjadi pekerja Pertamina. Ya. Dengan ijazah SMA aku melamar menjadi pekerja Pertamina. Dan kemudian aku lolos seleksi menjadi pekerja Pertamina, namun harus mengikuti pendidikan terlebih dahulu yaitu meliputi pendidikan fisik, mental, dan tentunya pengetahuan tentang Pertamina dan tentang pekerjaan yang akan didapatkan nantinya. Memang sih saat itu selain karena biaya, tetapi aku juga bertekad ingin menikahi seseorang wanita yang kucinta. Tapi bukan itu poinnya. Demi keluarga, yang mana aku itu anak ketiga dari empat bersaudara dan masih memiliki adik yang masih sekolah di bangku SMA. Oleh sebab itu pula aku memilih untuk bekerja.

Sebelum aku disahkan menjadi karyawan Pertamina, dalam benakku selalu bertanya. Apa yang akan aku kerjakan dengan hanya bermodalkan ijazah SMA? Apakah aku akan sanggup jika kerjaan itu kasar? Kembali lagi aku teringat akan ayah dan ibuku juga adikku yang masih sekolah. Apapun yang aku kerjakan nantinya, akan aku lakukan. Selama itu halal demi keluarga.

Entahlah apakah benar yang aku pilih ini? Ataukah hanya sebagai pelarian semata agar tak dicap sebagai orang yang gagal? Sudahlah, semua sudah terjadi dan sekarang aku adalah pekerja Pertamina. Meskipun pekerjaan saya hanya sebagai operator lapangan tetapi bisa untuk membantu kedua orang tuaku membiayai sekolah adikku hingga kuliah.

Sekarang adikku sudah kuliah, meskipun bukan semuanya dariku. Tapi aku merasa bangga dan bukan karena hal itu saja yang membuat aku bangga. Tetapi karena bisnis Pertamina ini adalah untuk ketahanan enargi di Indonesia. Yang berarti aku juga turut andil dalam memutar roda pembangunan di Indonesiaku ini.

Oleh karena dua hal tadi menjadikanku berpikir bahwa sebenarnya pahlawan itu nyata. Pahlawan Pertamina yang bagiku itu membantu perekonomian keluarga dan ikut andil dalam pembangun negeri tercinta. Ya itulah sukses terbesarku, menjadi “Pahlawan Pertamina”. Pahlawan bagi keluarga dan negara.



#pertaminaemployeejournalism
#EnergiUntukMaju
@pertamina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar